ISLAM IN MY HEART

YA SODIQOTON!!!

Friday, 17 August 2012

Tangis Perpisahan para Pecinta Ramadhan



   
“Di malam terakhir Ramadhan, menangislah tujuh petala langit dan tujuh petala bumi dan para malaikat, karena akan berlalunya Ramadhan, dan juga keistimewaannya.”
Waktu terus bergulir dari detik ke detik, dari menit ke menit, dari jam ke jam, dari hari ke hari, dari minggu ke minggu…. Rasanya baru kemarin kita begitu bersemangat mempersiapkan diri untuk memasuki bulan Ramadhan, bulan tarbiyah, bulan latihan, bulan Quran, bulan maghfirah, bulan yang penuh berkah. Namun beberapa saat lagi, Ramadhan akan meninggalkan kita, padahal kita belum optimal melaksanakan qiyamul lail kita, belum optimal membaca Al-Quran serta belum optimal melaksanakan ibadah-ibadah lain, target-target yang kita pasang belum semuanya terlaksana. Dan kita tidak akan pernah tahu apakah kita masih dapat berjumpa dengan Ramadhan berikutnya.
Bagi para salafush shalih, setiap bulan Ramadhan pergi meninggalkan mereka, mereka selalu meneteskan air mata. Di lisan mereka terucap sebuah doa yang merupakan ungkapan kerinduan akan datangnya kembali bulan Ramadhan menghampiri diri mereka.
Orang-orang zaman dahulu, dengan berlalunya bulan Ramadhan, hati mereka mejadi sedih. Maka, tidak mengherankan bila pada malam-malam terakhir Ramadhan, pada masa Rasulullah SAW, Masjid Nabawi penuh sesak dengan orang-orang yang beri’tikaf. Dan di sela-sela i’tikafnya, mereka terkadang menangis terisak-isak, karena Ramadhan akan segera berlalu meninggalkan mereka.
Ada satu riwayat yang mengisahkan bahwa kesedihan ini tidak saja dialami manusia, tapi juga para malaikat dan makhluk-makhluk Allah lainnya.
Dari Jabir RA, Rasulullah SAW bersabda, “Di malam terakhir Ramadhan, menangislah tujuh petala langit dan tujuh petala bumi dan para malaikat, karena akan berlalunya Ramadhan, dan juga keistimewaannya. Ini merupakan musibah bagi umatku.”
Kemudian ada seorang sahabat bertanya, “Apakah musibah itu, ya Rasulullah?”
“Dalam bulan itu segala doa mustajab, sedekah makbul, segala kebajikan digandakan pahalanya, dan siksaan kubur terkecuali, maka apakah musibah yang terlebih besar apabila semuanya itu sudah berlalu?”
Ketika mereka memasuki detik-detik akhir penghujung Ramadhan, air mata mereka menetes. Hati mereka sedih.
Betapa tidak. Bulan yang penuh keberkahan dan keridhaan Allah itu akan segera pergi meninggalkan mereka. Bulan ketika orang-orang berpuasa dan menghidupkan malam-malamnya dengan ibadah. Bulan yang Allah bukakan pintu-pintu surga, Dia tutup pintu-pintu neraka, dan Dia belenggu setan. Bulan yang awalnya adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka. Bulan ketika napas-napas orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada minyak kesturi. Bulan ketika Allah setiap malamnya membebaskan ratusan ribu orang yang harus masuk neraka. Bulan ketika Allah menjadikannya sebagai penghubung antara orang-orang berdosa yang bertaubat dan Allah Ta’ala.

Mereka menangis karena merasa belum banyak mengambil manfaat dari Ramadhan. Mereka sedih karena khawatir amalan-amalan mereka tidak diterima dan dosa-dosa mereka belum dihapuskan. Mereka berduka karena boleh jadi mereka tidak akan bertemu lagi bulan Ramadhan yang akan datang.


RENUNG-RENUNGKAN>>>

Saturday, 11 August 2012

AdaKAh Kite ISLAM!!!

Ari nie ana ingat tnye kpd kwn2 smue???adkh kite islam??




A'kum kepada semua rakan-rakan jiwang saya ada satu persoalan adakah kita ini islam sejati atau sekadar nama dan bermegah bila islam berjaya dan mengeji bila islam mundur adakah ini seorang islam yang sejati atau hanya mengaku islam bila terpaksa dan menolah agama illahi bila suka adakah ini seorang islam sejati hanya kerana IBU BAPA KITA ISLAM atau kita sendiri memilih islam kerana kita yakin dan percaya. BOHONG mereka yang mengatakan bahawa beliau yakin terhadap islam sesungguhnya semua islam kerana Ibu bapa islam dan jika ibu bapanya kristian maka kristianlah mereka.

Wahai rakan-rakan yang bijaksana mengapa bila sesautu perkara duniawi kita sanggup mengejar, mempelajari, mengamalkan dan sibuk bermegah-megah dengan ilmu yang tidak kekal. Kenapa bila hal agama kita malas, lesu tidak semangat untuk mempelajari KENAPA-KENAPA jangan kata mempelajari atau mengamalkan malah kita MALU UNTUK MEMBUAT KEBAIKKAN.

Wahai rakan-rakan ku jagan menunding jari, halakan jari ke diri sendiri, dimana aku kini, islam ke ku ini, Islam dari hati atau hanya mengikuti membuta tuli. Fikir -fikirkanlah.

Wahai rakan-rakanku yang mulia kita di akhir zaman mahu kita nanti dimasyar kelak ditontonkan amal keburukan kita lebih banyak dari kebaikkan dan tidak malukah kita dengan ibu bapakita yang melihat perilaku anaknya yang dibelakangnya seperti syaitan bertopengkan manusia justeru ibu akan berdoa 'SIA SIA AKU MENDIDIK KAU JAHANAM KAU' maka tidak perlu lagi penghitungan nereka jawapan.

Wahai rakan-rakanku sekalian perhatikanlah agama yang dianuti, kajilah, dalamilah, amalkanlah

[size=large]Sabda nabi " pada Hari Akhirat kelak, seorang hamba tidak akan tergesir kedua kakinya sehingga ditanya tentang 4 perkara :
1] tentang umurnya (untuk apa ia habiskan)
2] tentang masa mudanya (bagaimana ia
manfaatkan)
3] tentang hartanya (daripada mana ia
perolehi) [/size] 4] tentang kecintaan terhadap kami (AHLUL BAIT

Wahai rakan-rakanku perhatikanlah tentang ini dan hendaklah kita memastikan apa yang dianuti. ini adalah perkosian dari yang lemah dan zalim. hanya sekadar nasihat agar meberi kesan yang mendalam hanya diharapkan KAJIAN TENTANG ISLAM KAJILAH
sesungguhnya yang tidak berkesan dan tidak mahu berupa maka sudah rosak hatinya dan rahmat allah tidak akan datang kepadanya.

LIHAT DIRI, cermin diri Di Mana Kita Kini.
Kajilah-kajilah

Ya allah hambamu ya lemah ini bermohon agar dilembutkan hati yang membaca dan berikan hidayah mu yang agung agar mereka terus dan terus menkaji tentang agama dan kebenaran agamamu. ya allah ar-rahman limpahkanlah kesejahteraan atas muhammad dan ahlulbaitnya. AMIN YA RABBAL ALAMIN

Friday, 10 August 2012

MaKsuD ALLAH siApaLah TahU???

Pada satu zaman ada seorang raja yang amat zalim. Hampir setiap orang pernah merasakan kezalimannya itu. Pada suatu ketika, raja zalim ini tertimpa penyakit yang sangat berat. Maka seluruh tabib yang ada pada kerajaan itu dikumpulkan.

Di bawah ancaman pedang, mereka disuruh untuk menyembuhkannya. Namun sayangnya tidak ada satu tabib pun yang mampu menyembuhkannya.
Hingga akhirnya ada seorang rahib yang mengatakan bahawa penyakit sang
raja itu hanya dapat disembuhkan dengan memakan sejenis ikan, yang sayangnya saat ini bukanlah musimnya ikan itu muncul ke permukaan.

Betapa gembiranya raja mendengar khabar ini.Meskipun raja menyedari bahawa saat ini
bukanlah musim ikan itu muncul ke permukaan namun disuruhnya juga semua
orang untuk mencari ikan itu.

Aneh bin ajaib ... walau! pun belum musimnya, ternyata ikan itu sangatlah mudah ditemukan.
Sehingga akhirnya sembuhlah raja itu dari penyakitnya.

Di lain waktu dan tempat, ada seorang rajayang amat terkenal kebijaksanaannya. Ia sangat dicintai oleh rakyatnya.
Pada suatu ketika, raja yang bijaksana itu jatuh sakit. Ternyata kesimpulan para tabib sama,iaitu ubatnya adalah sejenis ikan tertentu yang
saat ini sangat banyak terdapat di permukaan laut. Kerana itu mereka sangat optimis rajanya akan segera pulih kembali.

Tapi apa yang terjadi? Ikan-ikan yang seharusnya banyak dijumpai di permukaan laut itu, tidak ada satu pun yang nampak. Walaupun pihak kerajaan
telah mengirimkan para ahli selamnya, tetap saja ikan itu tidak berhasil diketemukan. Sehingga akhirnya raja yang bijaksana itu pun mangkat.

Dikisahkan para malaikat pun kebingungan dengan kejadian itu.Akhirnya mereka menghadap Tuhan dan bertanya, "Ya Tuhan kami, apa sebabnya
Engkau mengirim ikan-ikan itu ke permukaan sehingga ! raja yang zalim itu selamat, sementara pada waktu raja yang bijaksana itu sakit, Engkau
menyembunyikan ikan-ikan itu ke dasar laut sehingga akhirnya raja yang baik itu
meninggal?

Tuhan pun berfirman,

"Wahai para malaikat-Ku,sesungguhnya raja yang zalim itu pernah berbuat suatu kebaikan. Kerana itu Aku balas kebaikannya itu, sehingga pada waktu dia datang menghadap-Ku,tidak ada lagi kebaikan sedikitpun yang dibawanya. Dan Aku akan tempatkan ia pada neraka yang paling bawah!
Sementara raja yang baik itu pernah berbuat salah kepada-Ku, kerana itu Aku hukum dia dengan menyembunyikan ikan-ikan itu, sehingga nanti dia
akan datang menghadap-Ku dengan seluruh kebaikannya tanpa ada sedikit pun dosa
padanya, kerana hukuman atas dosanya telah Kutunaikan seluruhnya didunia!"

Kita dapat mengambil beberapa pelajaran dari kisah ini.

Pelajaran pertama adalah:

Ada kesalahan yang hukumannya langsung ditunaikan Allah di dunia
ini juga, sehingga dengan demikian di akhirat nanti dosa itu tidak diperhitungkan-Nya lagi. Keyakinan hal ini dapat menguatkan iman kita
apabila sedang tertimpa musibah.

Pelajaran kedua adalah:

Apabila kita tidak pernah tertimpa musibah, jangan terlena. Jangan-jangan Allah menghabiskan tabungan kebaikan kita. Keyakinan akan hal
ini dapat menjaga kita untuk tidak terbuai dengan lazatnya kenikmatan duniawi sehingga melupakan urusan ukhrowi.

Pelajaran ketiga adalah:

Musibah yang menimpa seseorang belum tentu kerana orang itu telah berbuat keburukan. Keyakinan ini akan dapat mencegah kita untuk tidak berprasangka bu! ruk menyalahkannya, justeru yang timbul adalah keinginan untuk membantu meringankan penderitaannya.

Pelajaran keempat adalah:

Siapa yang tahu maksud Allah? Wallahua'lam bissawab.

Sesungguhnya DIAlah yang Maha Mengetahui akan segala ketetapan yg telah ditentukan buat kita, hambaNYA. Oleh itu jgn sesekali berdendam sesama insan, marah atau mengesali segala dugaan yg dtg menjengah disepanjang perjalanan hidup kita untuk menemuiNYA. Allah itu Maha Pengampun,Pengasih serta Pemurah.. maka carilah keredhaanNYA agar hidup kita bahagia
hingga ke akhir usia di dunia, seterusnya bahagia di akhirat kelak.

salam ukhwah..

Saturday, 4 August 2012

Doa-Doa Rasulullah S.A.W. SEBELUM Salam Dalam Solat

Apakah doa yang anda baca sebelum memberi salam dalam solat?Atau anda tidak pernah berdoa ketika itu?

Sekiranya anda tidak pernah mengamalkannya maka anda tersangat rugi kerana waktu i...
tu merupakan waktu doa yang mustajab dan merupakan amalan Rasulullah S.A.W. sepanjang hidupnya.

Sangat banyak doa-doa yang dibaca oleh baginda selepas tasyahhud dan sebelum salam. Berikut adalah doa-doa tersebut :

1. Ya Allah! Aku berlindung denganMu daripada azab neraka jahanam, daripada azab kubur, daripada fitnah kehidupan dan kematian, dan daripada kejahatan fitnah dajjal. - [Imam Muslim]

2. Ya Allah! Aku berlindung denganMu daripada azab kubur, aku berlindung denganMu daripada fitnah Dajjal, aku berlindung denganMu daripada fitnah kehidupan dan kematian. Ya Allah! Aku berlindung denganMu daripada dosa dan hutang. - [Imam al-Bukhari]

3. “Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari bakhil, aku berlindung kepadaMu dari penakut, aku berlindung kepadaMu dari dikembalikan ke usia yang terhina, dan aku berlin-dung kepadaMu dari fitnah dunia dan siksa kubur. - [Imam al-Bukhari]

4. “Ya Allah! Berilah pertolongan kepadaku untuk mengingatiMu, bersyukur kepadaMu dan ibadah yang baik untukMu. - [ Abu Dawud dan al-Nasa’ie]

5. Ya Allah! Aku berlindung daripada kejahatan yang telah aku lakukan, dan daripada kejahatan lakukan. - [al-Nasa’i]

6. Ya Allah! Hitunglah aku dengan perhitungan yang mudah.

7. Ya Allah! Sesungguhnya aku telah banyak menzalimi diriku sendiri. Tiada yang dapat mengampunkan dosa-dosa kecuali Engkau, maka ampunilah diriku dengan keampunan yang Engkau miliki. Rahmatilah aku. Sesungguhnya Maha Pengampun dan Penyayang. - [Imam al-Bukhari]

8. Ya Allah! Aku memohon kepada Mu. Ya Allah Yang Maha Esa. Yang Tidak Melahirkan dan Tidak Dilahirkan, dan tidak ada yang setara dengannya, Engkau ampunilah dosa-dosaku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Penyayang. - [Imam Abu Dawud]

9. Ya Allah! Ampunilah aku untuk apa yang telah aku (lakukan) di masa lalu dan apa yang akan aku (lakukan) di masa hadapan, apa yang aku (lakukan) secara tersembunyi dan apa yang aku (lakukan) terang-terangan, apa yang telah aku berlebih-lebihan, dan apa-apa yang lebih Engkau ketahui berbanding diriku sendiri. Engkaulah Yang Mendahului dan Engkaulah Yang Mengakhiri. Tiada yang berhak disembah melainkan Engkau. - [Imam Abu Dawud]

10. “Ya Allah! Sesungguhnya aku mo-hon kepadaMu, agar dimasukkan ke Surga dan aku berlindung kepadaMu dari Neraka. - [ Abu Dawud]

Semoga kita dapat mengamalkan doa-doa Rasulullah S.A.W. ini dalam setiap kali solat. InsyaAllah..

Friday, 3 August 2012

merokok pd bulan puase??

Berbuka Puasa Dengan Menghisap Rokok Boleh Membawa Maut

Berbuka puasa dengan menghisap rokok boleh membawa maut, kata seorang pakar yang menggesa orang Islam membuang tabiat merokok ketika Ramadan kerana ianya boleh menyebabkan perokok maut.

Perbuatan merokok boleh memberi bahaya kepada seseorang yang berpuasa kerana anggota badan mereka cuba untuk pulih selepas tidak minum atau makan dalam tempoh yang lama, katanya.
...

Pakar itu juga menekankan, perokok dikira bernasib baik sekiranya mereka tidak mempunyai masalah jantung berpunca daripada tabiat berkenaan.

Merokok adalah perkara buruk yang dilakukan seseorang terhadap badan mereka terutama selepas berbuka puasa di bulan Ramadan, kata seorang pakar perubatan dalaman di Pusat Perubatan dan Klinik Emirates di Al Ain, Dr Riaz Ahmad Minhas.

Disebabkan berpuasa, badan amat memerlukan air, glukos dan oksigen. Sebaliknya, merokok boleh menyekat saluran darah, menghalang aliran oksigen yang diperlukan. Merokok pada waktu kritikal juga boleh menyebabkan darah menjadi beku.

Ini boleh menyebabkan pembuluh darah tersekat sekali gus meningkatkan tekanan darah, spasms (kesesakan arteri) mengganggu degupan jantung dan meningkatkan kolesterol.-Agensi

NOTA : Jadi buat anda semua yang berkira-kira hendak berhenti merokok, inilah masa dan ketikanya. Jika di siang hari berpuasa kita dapat menahan ketagihan dari merokok, apa kata di teruskan sahaja dengan membuang tabiat buruk merokok tersebut. Mari kita jadikan, Ramadan bulan tanpa rokok. SELAMAT MENCUBA!